
anaknya mesen
dan jajan
yang dipinta
untuk dirasa
dan dicinta
lalu dibayar
kepada
yang mencipta.
Restueltungguri, 31 Mei 2021
Gambar : pixabay
Nikmat-Nya selalu memayungi hamba-hamba yang senantiasa bersyukur. Dalam setiap jalan dan persinggahan di situlah saat yang tepat untuk kita mengusahakan dan menengadahkan kedua tangan kita. Maka, Sang Ar-Rahman tiada pernah menutup pintu kasih sayang. Siklus kisah pun berputar dengan eloknya dalam bumi ciptaan-Nya.

anaknya mesen
dan jajan
yang dipinta
untuk dirasa
dan dicinta
lalu dibayar
kepada
yang mencipta.
Restueltungguri, 31 Mei 2021
Gambar : pixabay
Hai, ada embun di pipimu.
Ada linangan di matamu.
Ada haru di hatimu.
Hidupmu tak sendiri, kita ada di tak terhingga makhluk di galaksi ini Kawan.
Jika diam itu emas, dan kamu ingin bicara.
Seketika aku yakin, emas yang ada dalam dirimu akan meluap membanjiri rasa legamu.
Berkisahlah Kawan, jika kau malu bertutur di luar sana.
Maka latihlah itu di ruangan ini!
Aku bersedia mendengarmu, tanpa kau harus tahu diriku.
Sahabatmu,
Manusia di Bumi Tuhan
Senja itu anaknya mesen dan jajan yang dipinta mengucap jumpa untuk dirasa dan dicinta lalu dibayar kepada yang mencipta. Restueltungguri,...
No comments:
Post a Comment